PUGUH ALAKADARNYA

FROM KUPER TO SUPER

Fenomena Aneh Suporter Bayaran di Sea Games XXVI

Event olahraga terbesar dan termegah Sea Games XXVI telah resmi ditutup di Satdion Jakabaring oleh wakli presiden Boediono kemarin malam, 22 November 2011. Di saat rasa haru karena event yang dapat menyatukan seluruh rakyat Indonesia ini telah usai dan tentunya rasa senang karena kita setelah menunggu 14 tahun lamanya untuk menjadi juara umum, ada-ada saja hal yang membuat saya miris dan merasa terheran-heran.

Rasa yang mengganjal dan selalu menjadi pertanyaan saya itu adalah kenapa para pelajar di Palembang (tuan rumah sea games) tidak mendukung negaranya sendiri ? Mereka malah mendukung negara lain. Berita yang sebenarnya saya ketahui cukup lama ini saya dapatkan dari siaran di tv. Saya pikir ini adalah hal yang mungkin paling konyol terjadi di Sea Games 2011 ini. Mereka mengaku setiap harinya mendapatkan upah Rp. 20.000 + kaos Negara lain yang mereka  dukung + fasilitas transportasi + konsumsi. Mereka juga mengakui hal ini terjadi juga karena atas suruhan dari guru-guru mereka. Mereka takut jika mereka tidak mau disuruh, mereka akan dimarahi gurunya.

sumber foto : rootdiesomec.com

Entah apa yang ada dibenak pelajar dan guru, begitu semangatnya mereka mendukung Negara lain dan membuat atlit-atlit Negara lain menjadi bersemangat, seperti yang saya baca di okezone.com, dalam pertandingan senam, atlit Indonesia mulai mengeluh karena nyaris tidak ada teriakan dan tepuk tangan saat mereka bertanding, mereka seperti bermain di Negara lain. Di lain pihak, suporter Myanmar yang cukup banyak terus meneriaki dan memberikan semangat kepada atlit-atlit Myanmar, namun tragis mereka asli orang Indonesia, yah mereka adalah pelajar di salah satu sekolah di Palembang yang dengan kompaknya meniru seorang koordinator. Nih saya punya komentar yang membuat haru dari salah satu pendukung setia tim senam Indonesia “Kita seperti bermain di negara orang. Saya tidak habis pikir kok orang Indonesia begitu murahnya hanya untuk mendukung negara lain”

Di pertandingan lain, tepatnya sepak takraw, Syamsul Hadi sebagai kapten tim sepak takraw putra Indonesia membeberkan keluhannya, “Kami sangat menyayangkan kenapa mereka mau menggadaikan harga diri bangsa hanya karena diberi baju dan atribut negara lain”. Meskipun tim putra sepak takraw Indonesia tidak didukung oleh orang Indonesia sendiri, tetapi saya memberikan rasa hormat dan terima kasih karena mereka berhasil meraih emas. Heheheh :D

Bukan hanya itu saja, saat Ibu saya melihat berita di tv (pas saya pulang dari rumah temen), ada hal yang paing konyol sekonyol konyolnya. Ratusan pelajar dengan semangatnya berteriak “FILIPINA ! prok prok prok prok prok …!! FILIPINA ! prok prok prok prok prok …!!FILIPINA ! prok prok prok prok prok …!! Sambil membawa atribut Negara Filipina (kaos putih di tengahnya ada bendera Negara Filipina + membentangkan bendera Filipina). Hahaha konyolkan ? Para pemain legenda AC Milan (Dida, Franco Baressi, dll) saja pasti tahu, teriakan yang asli sebenarnya dan penuh semangat adalah “INDONESIA ! prok prok prok prok prok …!!! “INDONESIA ! prok prok prok prok prok …!!!“INDONESIA ! prok prok prok prok prok …!!!

Saya juga pernah baca edukasi.kompasiana.com, Menteri Pendidikan kita selaku petinggi pendidikan di Indonesia ini mengakui hal ini adalah hal yang wajar, (wahhh konyol banget sihh loe pak !). Pas saya baca beritanya, cukup miris nih di dalam hati. Sekitar 600an pelajar baik SMP maupun SMA sengaja diliburkan dan mendukung Negara lain diluar kalender pendidikan, alasannya sihh untuk meramaikan Sea Games 2011 ini. Menurut para sobat pembaca gimana ? Alasannya wajar gak ? Kalau menurut saya pribadi sihh gak wajar, kalaupun itu untuk meramaikan Sea Gamaes XXVI ini, apa salahnya mereka mendukung negeri yang semakin carut marut ini ? Malah disuruh dukung Negara lain, ehh dikasih Rp. 20.000, memang tragis, Ibu Pertiwi sedang menangis meskipun Indonesia resmi menjadi juara umum.

Hal yang paling membuat saya terheran dan terharu adalah saat final cabang sepak bola pada hari senin malam di Stadion Gelora Bung Karno, para suporter yang menunjukkan sikap nasionalosme dengan datang di Satdion semenjak pagi hari, antri membeli tiket yang kayaknya terbilang mahal, berdesakan dengan puluhan ribu rakyat yang datang ke Stadion, semua itu dilakukan hanya untuk mendukung Egi Melgiansyah dkk. Seusai pertandingan yang dimenangkan Timnas Malaysia itu, kita pasti melihat tangisan dari beberapa orang seporter yang disorot kamera RCTI. Mereka bersedih Indonesia gagal meraih emas, namun mereka bebangga mendukung penuh semangat Timnas Indonesia meski mengorbankan uang, tenaga dan waktu, inilah salah satu wujud nasionalisme. Apalagi kita pasti tahu berita yang masih hangat-hangatnya di negeri ini, 2 pendukung Indonesia meninggal dunia saat laga final hari senin tersebut. Coba kawan bandingkan dengan uang Rp. 20.000/hari untuk mendukung Negara lain dengan mengorbankan 2 nyawa untuk mendukung Indonesia dalam final sepak bola kemarin. Hmmmt memang tragis, ada apa dengan bangsa kita ini ? Tolong beri komentarnya sobat :).

Referensi :  vivanews.com, okezone.com,  tv.liputan6.comrootdiesomec.com

dalam tulisan ini saya tidak bermaksud menghujat atau melakukan provokasi, saya hanya menulis apa adanya sesuai perasaan di hati saya,, maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan, semoga bermanfaat .. :)

6 responses to “Fenomena Aneh Suporter Bayaran di Sea Games XXVI

  1. mahda excellence 05/01/2012 pukul 08:32

    haha…… bgini lah indonesia bang, politik monkey is money yg diterapkan sekarang.. biar aja lah mereka, yang pnting gua ttp one heart with indonesia..hehe

  2. zunanto 15/12/2011 pukul 08:51

    MIris bgt baca nya Bro….. aq malah baru tau ada fenomena ky gitu…….. Onum GURU kyk gini nih yang mencoreng Citra Guru yang sebenarnya… thanks info nya Brother

  3. ziady 25/11/2011 pukul 19:23

    sudah males kali dukung negafra sendiri, kalah terus

  4. I2-Harmony 24/11/2011 pukul 14:35

    Hahahahaha…
    Lagi-lagi ulah pendidik kita…ga bisa ngasi contoh yang baik…

Budayakan Berkomentar Untuk Para Pembaca :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.